04 Juni 2009

Memoir of Penglaju :D

Hampir tiga tahun saya kuliah dan hampir tiga tahun pula saya menjadi penglaju (dikurangi sekitar 5 bulan hehe). Penglaju dengan menu andalan kendaraan umum. Masa sebagai penglaju adalah salah satu hal unik dan seru yang saya pikir sayang untuk tidak “diawetkan” di sini. Perjalanan yang saya tempuh setiap harinya memang tidak terhitung sangar karena hanya sekitar dua jam pulang-pergi. Tepatnya, untuk pagi hari (sebelum pukul enam) saya butuh sekitar 30 menit perjalanan menuju kampus dan perjalanan pulang (siang, sore atau malam) sekitar 45 menit.

Satu semester penuh (semester satu) saya menikmati perjalanan dengan angkutan trayek Semarang yang markas besarnya ada di kota kecil tempat saya tinggal. Jadi saya nimbrung ketika angkutan dari grup Nurriayyah itu meluncur dari markas besarnya. Angkutan itu “keluar” sesuai jadwal tak tertulis yang disepakati bersama antar mereka. Saya yang saat itu masih menjadi mahasiswa amatir (baca : mahasiswa baru yang patuh aturan jadwal masuk kuliah :D) berangkat dengan angkutan ‘kelas pertama’ dengan jadwal peluncuran terpagi pukul 05.15 WIB. Bersama penumpang-penumpang tertentu juga yang biasanya selalu sama. Antar penumpang dan sopir pun saling kenal karena biasa bertemu dalam perjalanan itu.

Selama beberapa bulan saya naik angkutan terpagi dan mendapat “bonus” gerbang kampus belum dibuka. Kemudian saya mulai mencoba angkutan ‘kelas dua’ yang jadwal peluncurannya pukul 05.30 WIB hingga sisa semester satu terlewati. Saya masih ingat beberapa sopirnya dengan nomor plat angkutannya yang memang menjadi rujukan para pelanggan untuk naik angkutan favoritnya, haha.

Semester dua, saya yang penasaran berganti karir sementara menjadi anak kost. Kemudian di semester tiga saya kembali menjadi penglaju yang total nge-bus (pulang-pergi) hingga sekarang. Rupanya naik bus lebih asyik karena lebih seru meski harus dua kali naik bus (setiap berangkat atau pulangnya). Walaupun tidak kenal sopir maupun kondekturnya seperti zaman angkutan, tapi saya masih bisa mengingat bus-bus yang sudah saya naiki selama ini.

Bus-bus pagi yang saya naiki juga umumnya bisa teridentifikasi penumpangnya berdasarkan jadwal keberangkatannya.
  • Bus yang pukul 05.00 WIB – 05.30 WIB umumnya didominasi para pedagang, jadi walaupun penumpangnya sedikit, tapi sisa kursinya dikuasai barang dagangan yang membuat saya bisa beraroma bawang merah setiap turun dari bus.
  • Kemudian bus dengan jadwal antara pukul 05.30 WIB – 06.30 WIB diserbu anak sekolah dan pegawai negeri. Bus-bus di jadwal ini luar biasa sumpek dan saya bisa dipastikan berdiri karena tak kebagian kursi.
  • Kemudian bus yang berangkat pukul 06.30 WIB – 07.00 WIB, umumnya berisi pekerja pabrik dan orang-orang yang kesiangan, hehe.

Hal asyik lain yang saya temukan adalah “sandi” penumpang yang digunakan kondektur/kernet. Mereka biasanya akan mengucapkan “sandi” ini saat penumpang naik atau turun untuk memberi tahu sopir. Beberapa yang saya dapat adalah :

  • Anggur : istilah untuk penumpang orang tua, ini artinya sopir wajib bersabar menekan pedal rem haha.
  • Barang alus (Ind : barang halus) : untuk penumpang cewek.
  • Kacang atom : untuk kumpulan anak SD atau TK.

Selain kondektur dan kernet yang berfungsi sebagai “spion” tambahan bagi si sopir, mereka juga menjadi penyampai informasi pertama bagi sopir. Dengan menggunakan ponsel, mereka biasanya menghubungi sesama kernet atau sopir lainnya untuk menanyakan posisi bus saingannya. Kemudian mereka akan mendiskusikan “strategi”bersama. Jadi menaiki bus seperti mengikuti arena balap. Bus-bus saling kejar-kejaran mengejar setoran, begitu kesimpulannya.

Sebenarnya banyak pengalaman yang unik juga sepanjang perjalanan dengan bus-bus itu. Mengamati mereka seperti menjadi hiburan bagi saya di tengah perjalanan. Saya tidak tahu apa bus-bus di kota lain juga seperti itu. Apakah kernetnya suka “melolong” juga sebagai klakson tambahan yang bikin berisik penumpang dan pengguna jalan lainnya? hahaha. Walaupun terkadang menyebalkan, semua itu menjadi suatu ke-khas-an dan mungkin hanya ada di Indonesia dan pasti akan saya rindukan ^_^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar